jump to navigation

Review PES 2009 (PS2) by saya 2 November 2008

Posted by Sony in Reviews.
Tags:
12 comments
PES 2009

PES 2009

Kamis tanggal 30 Oktober 2008 sebenarnya saya mau membeli game PES 2009. Sesampainya di toko langganan saya, saya segera mencari game tersebut. Sayang seribu sayang, game PES 2009 (yang versi PS2 lho) di toko itu sudah habis. Yang lebih menyakitkan hati adalah mbak2 yang jaga toko bilang kalau habisnya baru tadi. Uh, ya sudah, akhirnya saya membeli 2 game lain, yang satu adalah Star Ocean 3 Till the End of Time, game lawas yang ingin saya mainkan lagi, dan satunya lagi adalah FIFA 09 sebagai ganti PES 2009.

Setibanya di rumah saya mencoba game-game tersebut. Saya langsung mencoba FIFA 09 karena penasaran bagaimana FIFA sebenarnya. Kembali kesialan menghinggapi saya. Game FIFA 09 itu matjet di awal-awal, bahkan belum sampai main menunya. Saya putuskan untuk menukarkan game itu esok hari.

Esoknya, saya kembali ke toko itu untuk menukarkan game FIFA itu tadi. Beruntung sekali saya ternyata hari itu sudah ada stok baru PES 2009. Tentu saja game FIFA itu saya tukarkan dengan PES 2009. Beberapa saat kemudian saya mencoba game itu di rumah. Setelah beberapa kali bermain, inilah penilaian saya :

Graphic

Dari grafik game ini hanya sedikit sekali berubah dari seri sebelumnya. Perubahan yang paling terlihat (meskipun sebenarnya tidak terlalu terlihat) adalah bentuk tubuh pemain yang agak berubah dari PES 2008. Muka-muka pemain juga berubah sebagian, tapi bukan perubahan yang mengagumkan menurut saya karena dalam game-game PES editan biasanya muka-muka pemain sudah berubah dari versi aslinya.

Saat pertandingan, terlihat perubahan dalam gerakan-gerakan pemain. Gerakan-gerakan kini semakin mak nyuuuusss….. (lebih…)

Review film “Laskar Pelangi” by saya 27 Oktober 2008

Posted by Sony in Reviews.
14 comments
Laskar Pelangi

Laskar Pelangi

Ahad pagi ketika sedang nonton tivi, tiba-tiba anu saya bergetar. Segera saja saya lihat anu saya. Ternyata ada sms masuk dari seorang teman saya yang baik. Dia tanya apa saya mau nitip ato g tiket laskar pelangi soalnya dia lagi ngantri. Wohoho, tentu saja dengan sangat antusias saya jawab mau. Lalu setelah saya mengadakan persetujuan dengan 2 teman saya yang lain, dia pun membeli 3 tiket untuk kami (makasih ya ANH (^^,) ).

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya waktu penayangan tiba dan kami bertiga masuk ke studio 1 tempat diputarnya film itu. Kami dapat tempat duduk yang cukup enak, yaitu G 8, 9,dan 10. Di bagian tengah. Dan kami pun menonton dengan riang gembira (halah).

Film Laskar Pelangi ini dari segi sinematografis (atau apalah itu) adalah suatu film yang sangat berkualitas. Dapat menghanyutkan emosi penonton. Alur ceritanya bagus dan enak diikuti. Banyak adegan-adegan humor yang menghibur dan kadang-kadang ada adegan sedih yang mengharukan. Musilk pengiring juga sangat bagus dan pas sekali penggunaannya dalam film ini. Satu hal yang sangat mencolok adalah digunakannya logat melayu dalam film ini. Sesuai dengan latar belakang tempatnya, logat melayu memang sudah sepantasnya digunakan. Hanya saja, saya tadinya tak menyangka akan sekental ini. Ini menambah nilai plus film ini di mata saya.

(lebih…)

Review Novel “Laskar Pelangi” By Saya 25 Oktober 2008

Posted by Sony in Reviews.
5 comments

Saya termasuk orang yang tidak gaul dalam masalah pernovelan Indonesia. Termasuk di dalamnya Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, dan novel yang sedang ternar saat ini, yaitu Laskar Pelangi. Tadinya saya tidak begitu tertarik untuk membaca novel ini. Namun, setelah timbul kesadaran dalam diri untuk menjadi lebih gaul dalam hal beginian, saya memutuskan untuk membacanya. Tadinya saya mau dipinjami novel ini oleh seorang teman. Sayangnya, novel miliknya itu sedang dipinjam oleh temannya. Karena novel itu tak kunjung saya dapatkan akhirnya saya berinisiatif untuk mendownload e-booknya saja dari internet. Pas sekali saat itu saya sedang refreshing setelah siang dan sore harinya ujian 2 mata kuliah yang termasuk berat. Sekalian saja saya download e-book Ayat-Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih 1 dan 2 yang pada saat itu memang belum saya baca.

Akhirnya, saya mulai membaca novel itu dan halaman demi halaman saya semakin masuk ke dalamnya. Novel ini mengisahkan sekelompok anak kampung dari Pulau Belitong (Belitung) yang bersekolah di Sekolah Muhammadiyah di pulau itu. Karena kekurangan murid, biasanya sampai lulus teman sekelas mereka akan itu-itu saja. Bahkan, sususan bangkunya sama persis dengan susunan bangku ketika pertama kali masuk sekolah. Sekelompok ini menamakan diri laskar pelangi (lebih…)