jump to navigation

Demo BBM salah sasaran, you idiots! 24 Maret 2012

Posted by Sony in Sehari-hari.
trackback

Dalam post ini saya ingin mengomentari aksi-aksi demonstrasi penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi yang acapkali terjadi akhir-akhir ini. Khususnya, saya ingin mengomentari demonstrasi yang terjadi di Makasar pada Rabu (21/3/12) lalu. Saya sungguh prihatin karena pihak-pihak yang tak berkaitan langsung denganputusan ini turut menjadi korban. Di sini saya ingin mengajak anda semua berdiskusi tentang poin-poin berikut ini:

1. Pemilik Kewenangan

Pihak yang memiliki kewenangan mengatur, menaikkan, dan menurunkan harga BBM bersubsidi bukanlah Pertamina. Sesuai UU no. 22 tahun 2001, mulai dikeluarkannya UU tersebut, pertamina hanya bertindak sebagai operator, tidak lagi sebagai regulator. Artinya, pertamina tidak mempunyai kewenangan untuk membuat peraturan apa pun terkait dengan usaha migas di Indonesia. Ibarat sepakbola, jika dulu Pertamina adalah wasit sekaligus pemain, sekarang Pertamina hanya menjadi pemain. Peran wasit alias regulator diberikan kepada BP migas untuk urusan hulu (eksplorasi dan produksi) dan BPH migas untuk urusan hilir (pengolahan, distribusi, penjualan, dll).

Lalu, siapakah yang menetapkan harga BBM bersubsidi?

Harga BBM bersubsidi ditetapkan oleh presiden. Saat ini peraturan yang berlaku adalah perpres no.9 tahun 2006 yang memuat harga premium, solar, dll.

2. Pemilik SPBU

Pada demo di Makasar Rabu lalu, para mahasiswa pendemo juga merusak SPBU yang berada di depan kampus mereka, Universitas hasanudin. Mereka, merusak bangunan SPBU, bahkan mengambil alih stasiun pengisian BBM. Hal ini menjadi salah sasaran jika mereka menganggap SPBU tersebut adalah milik Pertamina.

Jadi, siapakah pemilik SPBU tersebut?

Sebenarnya, dari sekian banyak SPBU di Indonesia, Pertamina hanya memiliki 74 di antaranya (sumber: Pertamina Retail). Ribuan lainnya dimiliki oleh dealer (swasta). Dengan demikian, perbuatan para pendemo yang merusak SPBU telah membuat hilangnya lahan mencari nafkah bagi seorang wiraswasta, bahkan mereka juga menghilangkan lapangan kerja andai SPBU tersebut benar-benar berhenti beroperasi.

3. Pemilik Tabung Gas 3 kg

Pada saat itu para pendemo juga menyita kendaraan berisi LPG 3 kg dari kendaraan yang melintas, lalu membagi-bagikan muatan LPG yang ada di dalamnya.

Milik siapakah LPG tersebut?

Ada 2 kemungkinan, yang pertama tabung-tabung tersebut adalah milik Pertamina. Pertamina sebagai operator milik pemerintah adalah pemasok LPG 3 kg yang diberi kewajiban oleh pemerintah untuk menylurkannya. Yang kedua, tabung-tabung tersebut milik agen. Ada kemungkinan tabung-tabung tersebut sedang dikirim

dari Pertamina menuju tempat agen-agen penjualan LPG berada. Agen-agen membeli gas dari Pertamina, lalu menjualnya kembali ke masyarakat. Jika memang ini yang terjadi, lagi-lagi mereka telah menghilangkan ladang mencari nafkah seorang wiraswasta😦

4. Pemilik Truk Tanki

Dalam demo tersebut para pendemo menyita dan menaiki truk tanki Pertamina sebagai tempat orasi. Hal ini menjadi salah sasaran karena belum tentu truk dan muatan yang dibawanya merupakan milik Pertamina.

Lalu, milik siapa truk beserta muatannya?

Truk tersebut kemungkinan besar milik perusahaan leasing (sewa-beli). Leasing adalah salah satu bentuk penggunaan aset dengan cara menyewa. Namun, perbedaan dari sewa biasa adalah adanya kepindahan kepemilikan dalam skema capital lease. meskipun secara legal (dokumen), kendaraan terserbut milik perusahaan leasing, tetapi secara substantif merupakan milik pihak yang menyewa. Selain skema capital lease, ada satu skema lain, yaitu operating lease. Dalam skema ini perusahaan yang menyewa hanya membayar ongkos sewa. Biaya maintenance, perbaikan, dll ditanggung oleh perusahaan leasing.

Faktanya, Pertamina tidak memasukkan mobil tanki sebagai aset yang dimilikinya. Hal ini berarti Pertamina menggunakan skema operating lease dalam penggunaan mobil tanki.  Dengan demikian, mobil tanki tersebut adalah milik pihak ketiga (perusahaan leasing). Lagi-lagi para pendemo menyebabkan kerugian bagi wiraswasta.

Bagaimana dengan muatannya?

Setali tiga uang dengan barang-barang di atas, muatan dalam truk tanki sudah tidak menjadi hak milik Pertamina. Saat dibawa dalam perjalanan dari depot Pertamina menuju SPBU, muatan dalam truk tanki menjadi milik dan tanggung jawab pemilik SPBU. Lagi, lagi, dan lagi kerugian untuk wiraswastawan Indonesia tercinta😦

Sebenarnya bukan hanya itu. Demo yang mereka lakukan juga menutup jalan, merusak kendaraan pribadi, bahkan kendaraan pengangkut minuman ringan ternama yang mungkin seringkali mereka minum. Saya ingin mengajak para pembaca berdiskusi dan merenung. Dalam demokrasi, demonstrasi memang boleh dilakukan, bahkan harus. Namun, harus selalu diingat bahwa demonstrasi harus dilakukan dengan dasar yang benar dan dengan akal sehat. Demonstrasi yang terjadi di Makasar ini membuktikan ada sebagian mahasiswa di Indonesia ini tidak menggunakan akal sehat dalam berpikir. Mereka hanya ingin melampiaskan apa yang mereka inginkantanpa berpikir apa kerugian yang mereka sebabkan. Bahkan lucunya lagi mereka melakukan demo seakan-akan tahu masalah yang mereka hadapi.

Yah, itulah potret sebagian kecil masyarakat Indonesia. Mahasiswa yang seharusnya menjadi kaum intelek berubah menjadi beringas melebihi preman-preman kampung yang kadang kita temui di jalanan. Pada akhirnya saya hanya berharap semoga tulisan kecil ini dapat membuat kita sadar untuk berpikir dalam-dalam sebelum melakukan sesuatu dan hal-hal semacam ini tidak terjadi lagi di Indonesia tercinta ini.

gambar:

Komentar»

1. lemoninna - 24 Maret 2012

Reblogged this on menyelami dalamnya lautan and commented:
putra-putri Indonesia itu bertanggung jawab dan cerdas😀

2. xisa - 24 Maret 2012

oh, truknya tu… :O

3. jalalu - 24 Maret 2012

ah orang makasar..ya gak heran.. gengsi gede otak nol. Gelarnya aja yg mahasiswa, tp kelakuan preman.

4. Dewasastra - 24 Maret 2012

Saya pribadi berusaha untuk percaya bahwa cita-cita mulia_lah yang melatarbelakangi aksi rekan-rekan mahasiswa.. Namun demikian,, saya juga percaya bahwa sesuatu yang baik tidak akan menjadi baik jika dilakukan dengan cara yang tidak baik….

5. paramita - 25 Maret 2012

sekedar tanya aja ni mas, kenapa sich pertamina tidak mengelola BBM dengan prosentasi yang lebih tinggi, setahu saya, pertamina hanya mendapat jatah 13,8 %, selebihnya perusahaan asing…

6. pungki - 25 Maret 2012

Goblok memang makasar

7. warungkoprok - 25 Maret 2012

Demo begini lebih banyak mudarat dari pada manfaatnya….
Mereka para mahasiswa yang lagi demo itu ngga sampai mikir ke situ….
Kaum intelektual (mahasiswa) dinegara ini dari dulu kalau lagi demo ya begitu dehh….
(pengalaman pribadi ikut demo jaman krismon 1997-1999 sampai berantakan kuliah).

Harap dimaklum kelakuan mereka, namanya juga anak alay yang baru naik status jadi mahasiswa.

*Sambil ngopi dan ngerokok mode on.

8. rejalmaghrum - 25 Maret 2012

daripada ruwet dan habis tenaga buat demo yg ga bakal didenger jg, kenapa ga pada mengarahkan tenaga biar jadi lebih kaya ? -.-‘
jadi biar bbm naik jg, kalo kita ama.rakyat emang makin pinter dan makin kaya, hora masalah🙂

9. Dimas - 26 Maret 2012

agent of change or agent of anarchy?

10. storyofika - 26 Maret 2012

yg jd smakin bikin sebel tu yg demo anarkis ngakunya mahasiswa,. Boleh demo, tp damai dan ga pake tu salah sasaran dan bakar2an plus blokir2an. Kalaupun demo, yg demo jg hrs tau proses birokrasi trkait knaikan BBM tu kyk mana, kbanyakan jg pada ga paham :p

11. pramudyaarif - 26 Maret 2012

anak istri di rumah butuh makan,kalau BBM gak jadi naik mereka untung.kalau BBM tetep naik mereka tetep untung juga

12. nodata - 27 Maret 2012

Apakah hanya kenaikan BBM yang dapat dilakukan pemerintah dalam mengatasi masalah negeri ini.

13. seagate - 29 Maret 2012

Saya juga heran mas, ngakunya mahasiswa tapi kelakuan kayak preman. Kemarin di tv saya juga melihat di tv mereka masuk ke sebuah restoran cepat saji dan mengobarik abrik mejanya, pengunjung sampe pada ketakutan dibautnya.

Apa hubungannya antara restoran itu dan harga BBM? toh itu juga milik pengusaha indonesia. bener-bener idiots..

Demo boleh, tp tentu saja ttp harus disampaikan dengan cara-cara yang santun dan beradab, jangan anarkis..

14. ss - 30 Maret 2012

nda semua mahasiswa makasar kelakuannya kayak preman???!!saya heran kenapa klo demo di makasar cepat di tanggapi??emang di daerahmu nda pernah ada demo??

orangmu itu dari sana tau cuma buat bom..bikin kacau saja indonesia…jijik:P

15. Fuel Price Protests in Several Indonesian Cities · Global Voices - 14 April 2012

[…] Sony Haryo Prabowo wrote a post on his blog, saying that demonstrators in Makassar, Sulawesi, have wrongly targeted fuel resellers: […]

16. Fuel Price Protests in Several Indonesian Cities :: Elites TV - 14 April 2012

[…] Sony Haryo Prabowo wrote a post on his blog, saying that demonstrators in Makassar, Sulawesi, have wrongly targeted fuel resellers: […]

17. Taas-Presyo sa Langis Iprinotesta sa Ilang Bayan sa Indonesia · Global Voices sa Filipino - 24 April 2012

[…] Ayon naman [id] sa blogger na si Sony Haryo Prabowo sa kanyang blog [id], mali ang mga demonstrador sa Makassar, Sulawesi na gawing target ang mga reseller ng langis: sekian banyak SPBU di Indonesia, Pertamina hanya memiliki 74 di antaranya (sumber: Pertamina Retail). Ribuan lainnya dimiliki oleh dealer (swasta).  Dengan demikian, perbuatan para pendemo yang merusak SPBU telah membuat hilangnya lahan mencari nafkah bagi seorang wiraswasta, bahkan mereka juga menghilangkan lapangan kerja andai SPBU tersebut benar-benar berhenti beroperasi. Mula sa lahat ng gasolinahan sa Indonesia na may pangalang Pertamina, 74 lang ang pagmamay-ari ng kompanya (sanggunian: Pertamina Retail). Ang libu-libong tindahang natitira ay pribadong pinangangasiwaan. Kaya ang pagsira ng mga nagpoprotesta sa mga gasolinahan ay magdudulot lang ng pagkaantala ng paghahanapbuhay ng mga pribadong may-ari nito, at pagkawala ng trabaho ng mga empleyado kung sakaling tuluyang nagsara ang mga winasak na gasolinahan. […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: