jump to navigation

Mari Kita Biasakan Menggunakan Kata Ayam Gorengan ! 5 Oktober 2009

Posted by Sony in Seri Bahasa SWD.
9 comments

Karena terpengaruh Pak Suwardjono yang berjuang memasyarakatkan penggunaan kaidah ejaan Bahasa Indonesia yang benar, saya menulis artikel ini, sebuah artikel yang dapat dibilang Suwardjonosentris karena saya memang menulis ulang artikel beliau.

Artikel yang saya tulis ulang ini berjudul “Unconsolidated financial statement = laporan keuangan bukan konsolidasi?”. Artikel ini merupakan salah satu artikel dari 49 artikel dalam kumpulan bahan lepas “Ejaan SWD”. Dalam artikel ini dijelaskan tentang kaidah yang benar mengenai penyerapan bentukan Bahasa Inggris yang disebut participal adjectives, yaitu adjektiva yang diturunkan dari verba berbentuk present participle (membentuk adjektiva aktif) dan past participle (membentuk adjektiva pasif).

Ada beberapa macam makna yang dapat dibentuk dengan penggunaan adjektiva pasif. Saya hanya akan membahas istilah-istilah yang dengan pewatas past participle tersebut mempunyai makna ‘yang di’ atau ‘yang sudah di’ sebagai ‘hasil pekerjaan/proses/perlakuan’. Sebagaimana ditunjukkan oleh verba pangkalnya, maka padan kata pewatas adalah kata berakhiran ‘-an’ dan berpangkal padan kata atau serapan istilah Inggrisnya. Pedoman ini berlaku pada umumnya untuk tindakan yang disengaja atau direncanakan. Berikut adalah beberapa contoh.

canned food makanan kalengan
edited picture gambar editan
mixed double ganda campuran
reserved seats tempat duduk pesanan
stolen money uang curian

(lebih…)

Iklan