jump to navigation

Review Film “Transformers : Revenge of the Fallen” by Saya 27 Juni 2009

Posted by Sony in Sehari-hari.
trackback

Saya kembali lagi dengan review saya yang cepart, akurart, dan terpecayart. Seperti biasa setealah nonton film di bioskop saya membuat review film yang saya tonton tersebut. Kali ini saya nonton dengan seorang teman dan seorang guru dari tempat les saya. Kami nonton yang jam 21.45. Sebenarnya kami pengin nonton yang jam 19.00. Namun, karena tiket untuk jam segitu hanya tersisa deretan paling depan (yang artinya kami harus ndangak selama nonton film) akhirnya 2 orang tadi (yang ngantriin tiket untuk saya, he2) memutuskan untuk membeli tiket untuk jam 21.45 dan saya setuju.

Malamnya, kami bertemu di Amplaz dan segera menuju studio 21 untuk menontonnya. Kami mendapat tempat duduk di row no.2 atau 3 dari belakang gitu dan paling dekat dengan aisle di bioskop tersebut, jadi nontonnya gak tengeng2 banget.
Setelah menonton banyak sekali komersial alias iklan, film pun dimulai. Film ini dimulai dengan cerita bahwa pada zaman dahulu kala para transformers pernah tiba di bumi. Suatu kejadian terjadi yang mengakibatkan sebagian transformers pergi meninggalkan bumi dan sebagian lagi tetap di bumi.

Cerita beralih pada Samuel Witwicky atau yang biasa dipanggil Sam. Jika anda masih ingat, dia adalah hero di film transformers pertama. Kali ini ceritanya dia akan masuk kuliah. Dia harus berpisah dengan orang tuanya dan tinggal di asrama di kampusnya. Saat mempersiapkan barang2 yang akan dibawa ke asrama suatu kejadian terjadi. Ketika Sam mengambil baju yang dipakainya pada film pertama, ternyata pecahan dari kubus apa itu (yang bisa bikin alat elektronik jadi Decepticons) ada di bajunya. Pecahan itu kemudian jatuh. Saat Sam mengambil batu itu sesuatu terjadi. Secara tiba-tiba hal-hal aneh masuk ke pikirannya. Kejadian ini tak berhenti di situ. Pecahan kubus tadi jatuh, menembus lantai kamar, kemudian jatuh di meja dapur yang menyebabkan seluruh alat elektronik di dapur menjadi Decepticons. Kontan saja hal ini menimbulkan kehebohan di dapur. Untuk meredakan keributan ini, keluarlah Bumble-bee, mobil sekaligus sahabat Sam yang sebenarnya adalah Autobots, musuh dari Decepticons dan merupakan Protagonis dalam cerita ini.

Itulah awal cerita dalam film ini. Film ini dikemas sedemikian rupa sehingga bukan hanya muatan action-nya saja yang menghibur penonton, tapi juga cerita-cerita dan dialog-dialog lucunya juga. Berkali-kali penonton disuguhi kekonyolan Sam dan teman-temannya yang membuat film ini sangat-sangat tidak membosankan. Hal ini membuat penonton-penonton yang bukan penggemar film aksi juga sangat terhibur menyaksikannya.

Sedikit peringatan bagi yang mau nonton film ini sebaiknya jangan ajak anak di bawah umur. Selain banyak adegan kekerasan dalam film ini, banyak guyonan dan adegan yang menjurus ke pornografi dan pornoaksi. Hal ini tidak baik bagi tumbuh kembang mereka (halah). Maka dari itu sebisa mungkin cegah orang-orang tersayang anda yang masih di bawah umur untuk menonton film ini.

Selanjutnya saya akan sedikit mengulas aspek-aspek dari film ini.

Kita mulai dengan aspek cerita. Film ini mengambil tempat 2 tahun setelah film pertama di mana saat ini telah terbentuk NEST yang merupakan pasukan khusus penanganan alien-alien hasil kerjasama militer AS dengan Autobots. Seperti biasa, film Transformers menyuguhkan cerita pertarungan antara Autobots dan Decepticons. Dalam film ini cerita dibuat tidak hanya melulu pertarungan antara kedua kubu tadi, tetapi juga kisah asmara Sam dan Mikaela (heroine di film pertama) yang menjadi bumbu yang sangat menarik. Seperti layaknya sekuel, cerita film ini nyambung dengan film sebelumnya. Hal ini membuat penonton yang tidak menonton film sebelumnya bakalan rada bingung n gak ngeh kenapa koq si Sam bisa sahabatan sama Bumble-bee, kenapa Megatron wafat dsb. Meskipun begitu, alur ceritanya jelas dan sangat menarik, tidak membosankan, terutama bagi yang nonton film pertamanya (oiya, bagi yang suka mobil-mobil keren sama hal-hal yang berbau militer bisa seneng juga nonton film ini, keren2 bro, he2).

Kita berlanjut ke aspek grafis dan visual. Seperti dalam film pertamanya, aspek ini digarap dengan sangat baik. perubahan robotnya sangat detil (kali ini tidak hanya berubah, robot juga bisa bergabung dan transplantasi part ¨C spoiler dikit, he2). Sayangnya, seperti film pertamanya juga, film ini agak memusingkan untuk ditonton. Selain karena gerakan-gerakan robotnya yang rumit saat bertarung, penggunaan angle kamera yang berganti-ganti juga sedikit memusingkan (meskipun membuat film ini lebih cinematic). Penggunaan warna yang mirip pada Decepticons juga membuat penonton sulit membedakan antara satu Decepticons dengan Decepticons yang lain. Meskipun begitu, kedetilan robot yang mucul dalam film ini patut diacungi jempol. Selain detil saat berubah yang saya sebutkan di atas, detil tubuh dan part robot tergolong sangat tinggi. Kalau mau bisa dilihat part-part yang sangat mini semisal mur, baut, kabel yang ada pada robot (tapi siapa juga yang mau merhatiin, he2). Detil yang sangat tinggi ini juga muncul saat pertarungan, yaitu dengan adanya particle effect berupa percikan kembang api, debu, dll.

Yang selanjutnya adalah aspek sound. Soundnya manstab abissssss !!! (soalnya nontonnya di bioskop, he2). Kalau nonton di bioskop dijamin penonton bakal terpuaskan dengan kualitas soundnya. Getarannya itu lho, wow, seakan-akan kita ada di sana. Sound yang digunakan juga sudah mempertimbangkan 3D, jadi katakanlah ada objek yang jatuh di sebelah kiri layar kita akan mendengarnya di sebelah kiri kita, kalau di kanan ya di kanan kita. Bahkan, tidak hanya kiri-kanan, 3D sound ini juga menunjukkan kualitasnya saat ada adegan atap dirusak oleh salah satu Decepticons. Suaranya dari atas, dab. Keren pokoknya. Nyesel kalo ga nonton di bioskop. (oh, soal musik saya kagak begitu nggate¡¯in jadi jangan tanya :p terlalu fokus nonton filmnya sih B-)

Yak, itu tadi review yang saya bikin mulai jam 1an a.m dan sekarang dah jam 2an a.m WIB. Overall, filmnya keren, harus nonton bagi yang sudah cukup umur. Gak suka film aksi gak papa, tetep seneng, dijamin deh, kalo gak seneng uang kembali (lho, emange sopo le nggowo duite). Cerita, grafis, sound keren abis. Dengan demikian takkasih 4,5 jempol dari maksimal 5 jempol (highly recommended gitu loh, he2).

gambar : http://www.reelmovienews.com/images/gallery/new-transformers-revenge-of-the-fallen-poster.jpg

Komentar»

1. lucky - 6 Juli 2009

transformers mania neh?

2. vanie - 31 Juli 2009

Q tuh pgen bgT nonton transformeR..tp tau ga Q ga k bagian nonton transformer aZ..bT bgT s’x itu Q di ajakin tmn tp ga jD bT bgT..tp ada’Y kmU cErita kmbLi ttg cErita transfoRmeR Q jD agak2 tau ap di baLik cErita ttg transformer itu..

3. rejalmaghrum - 13 Agustus 2009

son, ana yang notabene ngerti situasi arab-mesir apalagi gurun, kok merasa ada yang ganjil ama transformer.
review ente udah bener son, tapi ada yang kurang yang belum ente sebutin.
enteh karena detailnya, sampai sampai, ana liat para pemain nya keringetan.
nah, disini yang jadi masalah son.
sejauh pengalaman ana di negri sono, ente ga bakal keliatan keringetan.
karena tingkat kekeringan yang sangat tinggi, ditambah puanas, jadi begitu ente keluar keringet, tu keringet ente langsung menguap.
tapi kita bisa ngeliat di transformers 2 ini, orang orangnya pada keringeten.
walhasil ana ambil kesimpulan, itu ga di mesir asli (kalah ama KCB ^_^)

dan kekurangan ke 2 adalah, artis cantik nan sexy yang cipokan ama si shia aboh itu, LANANG.
alias transgender.
bahkan si harim jadi jadian itu pun ngaku sendiri (coba cari di google) jadi ana agak keganggu di tiap adegan mesra nya 2 orang itu.
heheheehee….
nek koe kan wes ono azbul dadi ra gilo

4. tanto - 3 Maret 2011

minta yg versi inggrisx nh,secpatx ya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: