jump to navigation

Hati-hati dengan gudeg 28 April 2009

Posted by Sony in Sehari-hari.
trackback

Tadi saya nganterin teman saya yang nyurvey tentang gizi dan kesehatan. saat bertemu dengan orang terakhir yang tadi dia survey (sebut saja namanya Pak Joko) kami ngorol panjang lebar. salah satu hal yang disampaikan Pak Joko adalah tentang berbahanya gudeg di Yogyakarta. berbahaya di sini adalah dalam hal halal dan haram dalam Islam.

seperti yang difirmankan oleh Allah dalam Al-Qur’an

“Hai orang-orang yang beriman! Makanlah yang baik-baik dari apa-apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta bersyukurlah kepada Allah kalau betul-betul kamu berbakti kepadaNya. Allah hanya mengharamkan kepadamu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang disembelih bukan karena Allah. Maka barangsiapa dalam keadaan terpaksa dengan tidak sengaja dan tidak melewati batas, maka tidaklah berdosa baginya, karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Belas-kasih.” (al-Baqarah: 172-173)

“Katakanlah! Aku tidak menemukan tentang sesuatu yang telah diwahyukan kepadaku soal makanan yang diharamkan untuk dimakan, melainkan bangkai, atau darah yang mengalir, atau daging babi; karena sesungguhnya dia itu kotor (rijs), atau binatang yang disembelih bukan karena Allah. Maka barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa dengan tidak sengaja dan tidak melewati batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun dan Maha Belas-kasih.” (al-An’am: 145)

dalam ayat-ayat di atas Allah menyebutkan makanan apa saja yang tidak boleh dimakan oleh umat muslim (haram). dalam kasus gudeg ini adalah darah. pak joko menyebutkan bahwa di daerah Yogyakarta ini sebagian besar gudeg menggunakan darah ! darah atau yang biasa disebut kare oleh oknum2 dan orang2 yang mengetahuinya dipakai untuk mempergurih rasa gudeg dan memberikan warna merah yang bagus. padahal telah disebutkan dalam ayat di atas bahwa darah itu haram. dengan demikian gudeg yang menggunakan darah sebagai salah satu bahannya hukumnya juga haram.

memang sulit untuk membedakan mana gudeg yang menggunakan darah.

sumber : http://media.isnet.org/islam/Qardhawi/Halal/201.html
gambar : http://carolineveronica.com/recipes/recipes/Gudeg.jpg

Komentar»

1. irmaellen - 30 April 2009

Penxex! Jadi kagak nafsu makan gudeg tuh kan.

Postingan kamu kerend Penx😀
LANJUTKAN…!

2. Azhari Mayondhika - 1 Mei 2009

Penx kie bukan demokrat, cho^^

Seharusnya…
Pojok Kanan Atas- Pojok Kanan ATas^^

3. aul - 19 Mei 2009

hahaha… gudeg nganggo darah po??

wahahaha,, dadi drakula aku😀

eh,,jarene masakan padang ki yo nganggo ganja tapi kadare sithik ben rasane luwih mantep ..

4. Darwinho - 26 Mei 2009

Klo itu katanya Aceh. Betul g sih?? Mending klo beli makan pakailah juga HATI NURANI. Wkwkwkwkwk…..

Sony HP - 28 Mei 2009

wah, saiki wis ganti to win, ck ck ck…

5. yang.bilang,"nggabung ya, mas..." - 15 Juni 2009

Nggabung ya, mas…😀

kluw saia bilang:
mari membeli makanan yang BERSIH dr yang haram2 dalam rangka PEDULI kesehatan jiwa raga dan belajar jadi konsumen PROFESIONAL… [heuuu…memang mekso kok,hhehee]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: