jump to navigation

Ronaldinho ke Milan, berkah atau musibah ? 23 Juli 2008

Posted by Sony in Yang serius-serius.
trackback

Photobucket

Ya, akhirnya AC Milan berhasil mendatangkan Ronaldo de Assis Moreira atau yang lebih dikenal dengan Ronaldinho di kalangan penikmat sepak bola. Ronaldinho berhasil didatangkan dengan uang banderol sebesar €25 juta yang baru dibayar €21 juta dan sisanya yang €4 juta dibayar jika Milan mampu berprestasi di Liga Champion 2009/2010. Banderol ini sebenarnya jauh lebih rendah dari penawaran Manchester City, yaitu sebesar €32 juta. Tampaknya mantan pemakai no. 10 di Barcelona itu lebih tertarik dengan prestise dan ketenaran yang ditawarkan Milan ketimbang bergelimang harta di klub medioker macam City.

Sudah barang tentu kiprah Ronaldinho di Barcelona membuat klub manapun tergiur untuk mendapatkannya. Apalagi setelah berhembus kabar Josep “Pep” Guardiola, pelatih Barca sekarang, tidak memasukkannya dalam rencana jangka panjangnya. Di Barcelona dulu Ronaldinho turut membawa timnya bangkit setelah terpuruk selama beberapa musim paceklik gelar. Di sana dia bermain indah dan menjadi pujaan publik Nou Camp. Sayangnya, setelah beberapa musim ternyata dia tak dapat menahan grafik turun dalam permainannya. Cidera dan jarangnya diturunkan oleh Frank Rijkaard membuat sinarnya meredup, tertutup oleh bintang-bintang muda macam Lionel Messi, atau bahkan Giovanni dan Bojan Krcic. Dengan hadir di San Siro, markas Milan tentu saja Ronaldinho berharap performanya kembali ke puncak seperti awal-awal dia berada di Barcelona dulu.

Tak ayal, asa pemain dan pendukung setia Milan meningkat dengan datangnya Ronaldinho. Sayangnya, Ronaldinho datang bukan tanpa masalah. Jika kita perhatikan, akan tampak badan Ronaldinho sedikit tambun. Masalah yang sama seperti kompatriotnya dari Brasil, Ronaldo dan Adriano. Dengan badan semakin tambun, tentulah kelincahan Ronaldinho dalam menggocek bola akan berkurang. Ini diperparah dengan kenyataan bahwa Rijkaard jarang memainkannya. Gocekan maut ala tarian Samba yang biasa dia keluarkan bisa-bisa sudah raib selama masa pencadangannya.

Tidak cuma itu, masalah nomor punggung juga sempat menyeruak. Ronaldinho terbiasa memakai nomor punggung 10 di klub lamanya hingga menjadi trade mark. Namun, di Milan ada seorang pemain yang sudah bermusim-musim menjadi penunggu nomor keramat dunia persepakbolaan itu. Ya, Clarence Seedorf lah orangnya. Isu sempat berhembus bahwa kedatangan Ronaldinho membuat Seedorf kesal. Bahkan, ada kabar burung yang menyatakan Seedorf bakal dilego ke klub lain. Kemudian muncul kabar bahwa Seedorf akhirnya menerima pemain terbaik versi FIFA 2004 dan 2005 itu. Masalah nomor punggung juga terselesaikan setelah Ronaldinho akhirnya berbesar hati memilih 80 (tahun kelahiran Ronaldinho, 1980) sebagai nomor yang akan menghiasi kostumnya sepanjang musim 2008/2009.

Ronaldinho menambah barisan pemain Brasil yang merumput di Milan. Ini menjadi persoalan tersendiri. Kualitas pemain Brasil yang di atas rata-rata bisa menjadi bumerang jika mereka menjadi angkuh dan hanya mau bernain dengan sesama mereka sendiri. Ronaldinho diharapkan dapat bermainkolektif tidak hanya dengan rekan senegaranya seperti Kaka’, Pato, atau Emerson, tapi juga dengan rekan-rekannya yang lain. Kolektivitas permainan mereka merupakan kunci efektifnya permainan Milan.

Soal permainan juga menjadi ulasan menarik. Ronaldinho adalah penyerang dengan tipe Second Striker atau penyerang “nyambi” pemberi umpan. Selain itu, dia dapat juga berposisi di gelandang serang dengan sama baiknya. Dengan kelebihan Ronaldinho ini Milan dapat menggunakan formasi 4-3-2-1 di mana Ronaldinho berposisi sebagai gelandang serang mendampingi Kaka’ atau 4-3-1-2 sebagai salah satu striker yang agak ditarik mundur.

Nah, menarik untuk kita simak kiprah Ronaldinho di Milan. Apakah dia bakal bersinar lagi ataukah makin terpuruk tanpa mampu kembali ke titik puncaknya ? Kita tunggu.

gambar : www.milanku.com/ ?mdl=transfer&authid=418

Komentar»

1. Renimaldini - 25 Juli 2008

Jujur sebagai seorang pencinta AC Milan, dan Paolo Maldini, saya tidak senang akan kedatangan Ronaldinho ke San Siro..
Kenapa? salah satunya, karena permainan Ronaldinho tidak secermelang dan sekinclong ketika 2004 dan 2005.
Sebenarnya, Milan rugi banget tuh menggaet Ronaldinho..
Bagusnya ngincar Torres ama Cristiano Ronaldo..Wah kalau itu terjadi saya gembira bangettt..

2. canggih - 26 Juli 2008

gak ngefek……bang ronald datang utk berlaga di piala UEFA?? …..yang penting juve lah…..beli Poulsen, Amauri, melberg,…wuihhh…dahsyat…

3. Sony Haryo Prabowo - 26 Juli 2008

@renimaldini
mahal….

@canggih
berlaga ning liga champions nek ra tau menang podo wae, wekekekek

4. arif - 2 Agustus 2008

Hidup Milan!!!!!!!!!!!!!!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: