jump to navigation

SAMKOK – Bab 1 – Pemberontakan Serban Kuning 27 Juni 2008

Posted by Sony in Samkok.
trackback

Pada akhir abad kedua, Dinasti Han yang dulu pernah berjaya mengalami percekcokan internal, korupsi, dan menjadi bayang-bayang dari masa lalunya. Negeri jatuh ke dalam kekacau-balauan, dan orang-orang yang tidak dapat lagi percaya kepada kekuasaan Han, membentuk sekte religius yang terkenal dengan nama “Jalan Damai” untuk keselamatan mereka.

Zhang Jiao, pemimpin Jalan Damai, dengan tegas menyatakan bahwa masa Han sudah berlalu dan dia akan memulai “Zaman Baru Jalan Damai”. Dengan kepandaian berbicaranya, sentimen anti-kekaisaran mulai menyebar ke pelosok negeri.

Pada 184 M, akhirnya Zhang Jiao memulai langkahnya untuk menguasai negara. Dia menamakan dirinya sendiri “Guru Besar”. Dia mulai mengatur banyak pengikutnya menjadi kekuatan militer dengan kehebatannya.

Saat berita tentang rencananya telah bocor ke Pengadilan Negara, Zhang Jiao segera memobilisasi tentara barunya dengan bantuan saudara-saudaranya, Zhang Bao dan Zhang Liang. Bagian terbesar dari tentara ini adlah tentara petani yang jumlahnya ratusan ribu.

Semua tentara di bawah Zhang Jiao menggunakan selendang berwarna kuning sebagai penghormatan terhadap pemimpinnya. Dari situlah tentara ini terkenal dengan nama “Serban Kuning”, dan pergerakan mereka akan tercatat dalam sejarah sebagai “Pemberontakan Serban Kuning”. Persatuan mereka yang tak terpecahkan membuat mereka terlihat tak terhentikan selama mereka mengalahkan tentara kekaisaran di pelosok negeri.

Untuk mengambil kembali kesempatan dari tentara Serban Kuning, Pengadilan Negara mengirim jenderal Huangfu Song, Lu Su, dan Zhu Jun untuk membuat tentara penaklukan dan menyerang Zhang Jiao. Sementara itu, prefek provinsi You, Liu Yan, mulai merekrut pasukan sukarela untuk menolong Tentara Kekaisaran.

salah satu dari banyak orang yang menjawab panggilan Liu Yan adalah Liu Bei, yang bersama saudara angkatnya, Guan Yu dan Zhang Fei, bersumpah untuk mengembalikan ketentraman ke negeri ini dan mengembalikan Dinasty Han ke kejayaannya di masa lampau.

Sementara itu, CaoCao, yang digelari “Pahlawan Kekacauan” telah memulai membangun ketenaran untuk dirinya sendiri dengan mengalahkan Zhang Bao dan Zhang Liang. Liu Bei, meskipun baru bergabung dalam perang beberapa waktu kemudian, juga membuat kesan dengan menembus barisan Serban Kuning untuk menyelamatkan Jenderal Negara Dong Zhuo. Kesempatan untuk menggoncangkan Tentara Negara telah datang.

Hilangnya kesempatan yang dialami Serban Kuning akan kekal setelah wafatnya pemimpin mereka, Zhang Jiao karena sakit. zhang Bao dan Zhang Liao juga gugur dalam perang tidak lama kemudian. Pemberontakan dipadamkan dalam tahun pertama setelah kejadian itu, dan tentara-tentara pemberontak yang tersisa ditaklukkan dengan baik melalui usaha perwira-perwira Kekaisaran seperti Sun Jian.

Demikianlah, Pemberontakan Serban Kuning berakhir. Akibat yang dihasilkan beragam. Ada beberapa yang mendapatkan kekuatan, dan beberapa yang kehilangannya. Ada yang mendapatkan penghargaan yang setimpal, ada pula yang pergi dengan tangan kosong. Begitulah, akhir dari pemberontakan ini hanyalah awal dari masa yang dipenuhi dengan perang dan kekacau-balauan.

Komentar»

1. darwinho - 1 Juli 2008

PERTAMAAXX…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: