jump to navigation

Pembagian Warisan dari sudut pandang akuntansi dalam kaitannya dengan gono-gini 22 Mei 2008

Posted by Sony in Yang serius-serius.
trackback

Berbeda dengan konsep pembagian harta warisan yang biasanya, dalam akuntansi ada prinsip yang tidak banyak diketahui khalayak ramai. Dalam akuntansi terjadinya pernikahan ibarat penggabungan dua perusahaan. Mengapa ini bisa menimbulkan perbedaan ? mari kita telaah satu demi satu

Contoh kasus :

Seorang pria dan wanita menikah dan menjadi pasangan suami istri. Sebelum menikah si suami mempunyai harta 100 juta. Si istri mempunyai harta 0 juta. Si suami meninggal saat mereka mempunyai harta 500 juta di luar harta bawaan si pria tadi. Pasangan ini belum dikaruniai anak.

Pembagian biasanya :

Harta bawaan suami 100 juta
Harta bawaan istri 0 juta
Harta saat suami wafat 500 juta

Total 600 juta

Bagian istri : ¼ x 600 juta = 150 juta

Pembagian menurut akuntansi :

Harta bawaan suami 100 juta
Harta bawaan istri 0 juta
Harta saat suami wafat 500 juta

Total 600 juta

Menurut akuntansi, jika dua perusahaan yang bergabung mengalami kebangkrutan, maka harta akan dibagi menurut aturan yang berlaku. Dalam hal ini istri dan suami sama-sama menempati masing-masing 1 bagian. Perhitungannya sebagai berikut :

Harta suami = 100 juta + (½ x 500 juta) = 100 juta + 250 juta = 350 juta

Harta istri = ½ x 500 juta = 250 juta

Pembagian warisan adalah pembagian harta almarhum/almarhumah kepada para ahli warisnya. Dalam hal ini yang meninggal adalah si suami. Dengan perhitungan akuntansi di atas harta milik almarhum (si suami) adalah 350 juta. Sesuai dengan Al-qur’an, istri yang tidak mempunyai anak mendapat ¼ harta almarhum. Jadi si istri akan mendapat bagian sebesar :

¼ x 350 juta = 87,5 juta

Jadi jumlah total yang akan didapatkan si istri sebesar :

Harta istri 250 juta (dari perhitungan di atas)
Bagian warisan 87,5 juta

total 337,5 juta

Kita dapat melihat adanya perbedaan jumlah harta yang akan dimiliki si istri dari kedua metoda penghitungan tersebut. Dengan penghitungan menurut akuntansi si istri akan mendapat bagian lebih besar daripada dengan penghitungan biasanya. Saya mendapat ilmu ini dari seseorang yang sangat mumpuni dalam bidang akuntansi. Yang mana yang benar ? Coba anda pikirkan dan beri feedback atau komentar ke saya.

Wallahua’lam bisshawab

Komentar»

1. wahyukresna - 22 Mei 2008

wah Mas Penk ini memang pas kalo dijuluki Cino!

2. WINDOW - 22 Mei 2008

Wah, ngundang pakar matematika wae Penx

3. rahma - 5 Juli 2008

walah iki kan pelajaran e Pak Slamet SUgiri…🙂
daku kan yo melu.. huehuehuee…

4. Sony Haryo Prabowo - 6 Juli 2008

He eh, konangan ki… Rahma… Rahma cp y ???

5. rahma - 19 Juli 2008

huhueheuehuee.. sopo yaa😛


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: