jump to navigation

Meniru memang (bukan) kreativitas 16 Mei 2008

Posted by Sony in Yang serius-serius.
trackback

Beberapa hari yang lalu saya chatting dengan seorang teman. Agak bercanda, saya menjawab salah satu perkataannya dengan kata-kata yang nyaris sama. Dia pun berkomentar kalau saya hanya ikut-ikutan. Saya menjawab dengan jawaban yang bunyinya kira-kira seperti ini, “menemukan ide untuk meniru juga merupakan kreativitas”. Saat itu saya cukup yakin bahwa menemukan ide untuk meniru memang kreativitas. Saya berpikir demikian karena untuk meniru seseorang butuh berpikir dan berusaha menemukan ide untuk meniru. Tidak semua orang menemukan ide untuk meniru, begitu yang ada di pikiran saya beberapa saat yang lalu. Saya pun berpikir kembali benarkah hal ini ? Mari kita kaji lebih dalam.

Kreativitas

Kreativitas mencakup tiga hal, yaitu (1) mengamati (2) meniru, dan (3) memodifikasi. Dari pernyataan ini kita dapati bahwa meniru hanya merupakan salah satu dari tiga unsur kreativitas. Mungkin memang unutk meniru kita harus mengamati suatu objek terlebih dahulu, tapi itu saja tidak cukup. Meniru kurang mengandung unsur memodifikasi untuk dikatakan sebagai kreativitas.

Seseorang dikatakan kreatif dalam suatu proses menghasilkan suatu produk. Seseorang yang melakukan proses berpikir kreatif sangat mungkin menghasilkan produk yang inovatif. Mungkinkah seseorang yang mengerjakan sesuatu dengan kreatif menghasilkan produk yang tidak inovatif ? Rasa-rasanya mungkin saja karena dalam proses modifikasi (salah satu aspek kreativitas) belum tentu seseorang menghasilkan produk yang berbeda dari yang sudah ada. Dengan demikian, belum pasti seseorang yang berpikir kreatif menghasilkan produk yang inovatif. Dengan menghasilkan suatu produk yang belum pernah ada sebelumnya barulah orang itu dikatakan menghasilkan sesuatu yang inovatif.

Lalu bagaimana dengan pendapat saya tadi bahwa meniru juga membutuhkan energi dan tidak semua orang dapat menemukan ide untuk meniru ? Menemukan ide unutk meniru merupakan kemampuan seseorang dalam menemukan suatu celah yang tidak dapat ditemukan oleh orang lain. Bukan berarti orang itu telah berpikir kreatif. Meniru hanya merupakan salah satu aspek dalam kreativitas. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa MENIRU MEMANG BUKAN KREATIVITAS.

(salam buat para plagiator…he2)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: