jump to navigation

Sebuah Tulisan tentang Obligasi Syariah 15 Mei 2008

Posted by Sony in Yang serius-serius.
trackback

Suatu organisasi tak diragukan lagi membutuhkan uang untuk kas dan anggarannya. Suatu saat organisasi pasti merasa ada kekurangan dalam pendanaan. Dalam situasi seperti ini ada suatu jalan yang biasa ditempuh oleh organisasi-organisasi, yaitu dengan menerbitkan surat berharga atau sekuritas. Secara garis besar, ada dua macam sekuritas, yaitu sekuritas utang dan sekuritas ekuitas. Sekuritas utang adalah sekuritas yang dikeluarkan organisasi tadi sebagai utang, sedangkan sekuritas ekuitas adalah sekuritas yang menunjukkan kepemilikan. Bentuk yang biasa dipakai perusahaan dalam menerbitkan sekuritas utang adalah obligasi. Obligasi adalah bentuk dari salah satu klasifikasi investasi sekuritas utang, yaitu sekuritas utang yang dimiliki hingga jatuh tempo (held to maturity). Obligasi disukai para pembelinya karena bisa memberikan keuntungan yang lebih besar dibanding dengan menyimpan uang di bank karena obligasi bisa memberikan bunga yang lebih besar dari bunga bank.

Dengan jelas uraian di atas menunjukkan bahwa obligasi tidak sesuai dengan prinsip Islam karena menggunakan bunga yang sudah difatwa haram oleh mayoritas ulama karena bunga merupakan riba. Hal ini menimbulkan masalah bagi investor yang memiliki jiwa keislaman yang kuat. Mereka sebenarnya ingin menginvestasikan dananya pada obligasi agar dana itu tidak mengendap. Diharamkannya obligasi membuat mereka tidak jadi menginvestasikan dana tesebut. Walaupun begitu, mereka masih memiliki keinginan untuk menginvestasikan dana pada obligasi.

Jalan keluar permasalahan di atas adalah obligasi syariah. Obligasi syariah yang diterbitkan oleh pemerintah biasa disebut Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk. SBSN menggunakan prinsip-prinsip Islam sebagai ganti sistem bunga yang diterapkan pada obligasi biasa. SBSN menurut akad yang digunakan dapat dibagi menjadi :

1. SBSN ijarah, yaitu SBSN yang diterbitkan berdasarkan akad ijarah (akad sewa menyewa atas suatu aset).

2. SBSN mudharabah,yaitu SBSN yang diterbitkan berdasarkan akad mudharabah (akad kerjasama dimana salah satu pihak menyediakan modal (rab al-maal) dan pihak lainnya menyediakan tenaga dan keahlian ( mudharib) dimana kelak keuntungannya akan dibagi berdasarkan persentase yang disepakati sebelumnya, apabila terjadi kerugian maka kerugian tersebut adalah menjadi beban dan tanggung jawab pemilik modal).

3. SBSN musyarakah,yaitu SBSN yang diterbitkan berdasarkan akad musyarakah (akad kerjasama dalam bentuk penggabungan modal).

4. SBSN istisna’, yaitu SBSN yang diterbitkan berdasarkan akad istisna’ (akad jual beli untuk pembiayaan suatu proyek dimana cara ,jangka waktu penyerahan barang dan harga barang ditentukan berdasarkan kesepakatan para pihak.

5. SBSN berdasarkan akad lainnya sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

6. SBSN yang diterbitkan berdasarkan kombinasi dari dua atau lebih jenis akad.

Selain pemerintah, ada pihak lain yang menerbitkan obligasi syariah, misalnya Bank Syariah Mandiri dengan produk “Obligasi BSM Syariah Mudharabah”.

Saat ini penerbitan obligasi syariah oleh perusahaan-perusahaan memang masih sangat langka atau belum ada. Selain mereka sudah terbiasa dengan sistem yang ada, pengetahuan masyarakat terhadap obligasi syariah masih sangat terbatas. Semoga dengan rencana diterbitkannya sukuk oleh pemerintah Indonesia para pengusaha terdorong untuk menerbitkan obligasi syariah sebagai salah satu opsi pembiayaan perusahaan mereka.

Komentar»

1. Glatze - 5 Juli 2013

Spot on with this write-up, I actually feel this site needs much more attention.
I’ll probably be returning to read through more, thanks for the advice!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: