jump to navigation

TUKANG PARKIR BIKIN PUSINK 9 Mei 2008

Posted by Sony in Yang serius-serius.
trackback

Zaman sekarang ini memang ada-ada aja. Tukang parkir yang kelihatannya biasa aja bisa jadi sumber esmosi. Bagaimana bisa ?? Nah, gini, tukang parkir (manusia-manusia berbaju oren) itu kan biasanya “ngabani” kendaraan yang mau keluar dari parkiran. Mereka biasanya sering seenak pusarnya sendiri. Tanpa tedheng aling2 mereka enjoy aja (mungkin abis ngrokok lampu L.A) ngabani (ngabani ki bahasa indonesiane apa ta ?!!) mobil (biasanya) yang keluar dari parkiran menuju jalan raya nan ramai aduhai manis sekali. Mereka kok seakan-akan kagak nggate’in ada motor, mobil, pit lalu lalang di jalan raya that. Mbok ya nek mau ngabani (apa ta iki ?!!!) tu liat-liat kalo rame ya jangan nengah-nengah, iya kalo yang mengendarai sepeda motor adalah orang dengan response 99, punya bintang di reaction, positioning, dan df positioning, kalo kagak kan bisa DHUT.

Saya pernah pengin nabrak salah satu tukang parkir itu. Tapi setelah dipikir-pikir lagi kok terlalu merugikan ya. Akhirnya keinginan saya takubah jadi “pengin liat salah satu tukang parkir itu ketabrak motor lain” kenapa ?

1. Kalo motor saya eman2, bisa panjang nanti urusannya, SIM, STNK, sidang, urusan sama temennya bapaknya  Firman, dll

2. Kalo ketabrak mobil kasian, yang jadi tukang parkir kan biasanya orang susah, mereka nukang parkir juga untuk makani anak bojo, lha kalo ketabrak mobil trus mati kan kasian family-nya yang sudah menanti dengan hati penuh harap di rumah masing2

3. Biar tukang parkir yang lain tu tau kalo dengan berbuat tanpa tedheng aling2 seperti yang biasanya mereka lakukan itu BERBAHAYA untuk dilakukan karena bisa menyebabkan macem2, dari yang physically kaya lecet2, tulang putus ; yang rohani, yaitu rohnya pergi ke alam lain ; sampe yang sederhana kayak BAJI*** atau AN****

OK, buat yang ngerasa tukang parkir ato punya sahabat tukang parkir, mbok ya dikasih tahu, trus disuruh jangan nengah-nengah kalo pas ngabani (apa ya bahasa Indonesiane ?!!!!) mobil, dkk nanti ndak ketabrak montor. Kan ATIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIT….

Komentar»

1. rejalmaghrum - 12 Mei 2008

betul betul, ana setuju ama pendapat ente.
terutama masalah, mereka terlalu ketengah, dah gt, mbalik ke pinggir jalanyya lambaaaat bgt, seakan2 jalan punya dia, padahal kan punya pakdhe ku.
haahaha…
respon 99 dkk, winning banggget…
aq nek bikin orang dgn nama “zen”, mesti tak pol pol ke kabeh, laa jenenge dewe jhe..

2. window - 16 Mei 2008

Yg sabar wae Son……

3. mufti - 16 Mei 2008

Fungsinya tukang parkir selain njaga (kalo bnr2 njaga sih) mobilkan ya itu tadi, membantu pemilik mobil yg ga sabar mau keluar di jalan yang rame & padat. Tukang parkirnya ke tengah jalan dulu baru mobilnya keluar. itu pengorbanan lho😀. Tapi saiiki okeh tukang parkir gur nanmpani duwik tok.

4. wahyukresna - 22 Mei 2008

wakakak… gokil, tapi nggak segitunya kalee… gak semuanya kayak gitu2 banget… emang ada juga yang kaya gitu, tapi jangan dipukul rata semua tukang parkir kaya gitu…

contohnya: waktu itu aku liat tukang parkir yang ngingetin seorang cewek yang (maaf) dia pake bajunya “adeknya” sehingga keliatan itunya… trus tukang parkir itu ngingetin mbaknya… “mbak itu bajunya ” bahasa kasarnya “celengan” nah… itu contoh yang baik kan,,,.

5. dafitawon - 3 Juni 2008

kalau dulu saya termasuk pengikut gerakan anti parkir. habis, cuman beli sebentar aja, niggal motor bentar dah ditagih. kadang2 minta lebih lagi. padahal, belum tentu distorkan ke pemda. kan jadi korupsi tuh.

kadang pula harga barang yang dibeli lebih murah daripada tarif parkirnya dan kadang pula barang yang diberi ga ada, eee tetep harus bayar parkir.

andaikan saya dapat pakir bebas seperti di monopoli tentu …

6. Preman Parkir atau Tukang Parkir? « The Miphz - 2 Januari 2010

[…] mampir ke beberapa blog seperti ini, ini, ini, dan ini, ternyata saya tidak sendiri, banyak juga blogger yang punya kegelisahan yang sama, eneg sama […]

7. miphz - 2 Januari 2010

Tetap saja saya cukup kesal jika mau sholat harus bayar parkir, ke ATM yg cuma 30 detik saya harus bayar parkir, dan beginilah kadang-kadang cara saya bersikap. http://themiphz.wordpress.com/wp-admin/post.php?action=edit&post=319&message=1😉

8. miphz - 2 Januari 2010

Tetap saja saya cukup kesal jika mau sholat harus bayar parkir, ke ATM yg cuma 30 detik saya harus bayar parkir, dan beginilah kadang-kadang cara saya bersikap. http://themiphz.wordpress.com/2010/01/01/preman-parkir-atau-tukang-parkir/😉


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: