jump to navigation

Persepsi waktu dan prioritas : monochronic vs polychronic 22 Mei 2008

Posted by Sony in Yang serius-serius.
6 comments

Secara garis besr persepsi waktu dan prioritas dapat dibagi menjadi 2, yaitu monochronic dan polychronic (saya tulis dalam ejaan bahasa Inggris karena saya tidak menemukan arti atau serapannya dalam Bahasa Indonesia). Masyarakat negeri-negeri barat, termasuk Amerika, adalah masyarakat yang monochronic, sedangkan masyarakat Timur, negeri-negeri benua Asia termasuk Indonesia, adalah penganut (penganut di sini bukan dalam bidang agama) polychronic. (lebih…)

Pembagian Warisan dari sudut pandang akuntansi dalam kaitannya dengan gono-gini 22 Mei 2008

Posted by Sony in Yang serius-serius.
5 comments

Berbeda dengan konsep pembagian harta warisan yang biasanya, dalam akuntansi ada prinsip yang tidak banyak diketahui khalayak ramai. Dalam akuntansi terjadinya pernikahan ibarat penggabungan dua perusahaan. Mengapa ini bisa menimbulkan perbedaan ? mari kita telaah satu demi satu

Contoh kasus :

Seorang pria dan wanita menikah dan menjadi pasangan suami istri. Sebelum menikah si suami mempunyai harta 100 juta. Si istri mempunyai harta 0 juta. Si suami meninggal saat mereka mempunyai harta 500 juta di luar harta bawaan si pria tadi. Pasangan ini belum dikaruniai anak.

Pembagian biasanya :

Harta bawaan suami 100 juta
Harta bawaan istri 0 juta
Harta saat suami wafat 500 juta

Total 600 juta

Bagian istri : ¼ x 600 juta = 150 juta

Pembagian menurut akuntansi :

Harta bawaan suami 100 juta
Harta bawaan istri 0 juta
Harta saat suami wafat 500 juta

Total 600 juta

Menurut akuntansi, jika dua perusahaan yang bergabung mengalami kebangkrutan, maka harta akan dibagi menurut aturan yang berlaku. Dalam hal ini istri dan suami sama-sama menempati masing-masing 1 bagian. Perhitungannya sebagai berikut :

Harta suami = 100 juta + (½ x 500 juta) = 100 juta + 250 juta = 350 juta

Harta istri = ½ x 500 juta = 250 juta

Pembagian warisan adalah pembagian harta almarhum/almarhumah kepada para ahli warisnya. Dalam hal ini yang meninggal adalah si suami. Dengan perhitungan akuntansi di atas harta milik almarhum (si suami) adalah 350 juta. Sesuai dengan Al-qur’an, istri yang tidak mempunyai anak mendapat ¼ harta almarhum. Jadi si istri akan mendapat bagian sebesar :

¼ x 350 juta = 87,5 juta

Jadi jumlah total yang akan didapatkan si istri sebesar :

Harta istri 250 juta (dari perhitungan di atas)
Bagian warisan 87,5 juta

total 337,5 juta

Kita dapat melihat adanya perbedaan jumlah harta yang akan dimiliki si istri dari kedua metoda penghitungan tersebut. Dengan penghitungan menurut akuntansi si istri akan mendapat bagian lebih besar daripada dengan penghitungan biasanya. Saya mendapat ilmu ini dari seseorang yang sangat mumpuni dalam bidang akuntansi. Yang mana yang benar ? Coba anda pikirkan dan beri feedback atau komentar ke saya.

Wallahua’lam bisshawab

Tipe-tipe Pria yang Diinginkan Wanita Zaman Sekarang 22 Mei 2008

Posted by Sony in Sehari-hari.
10 comments

1. Tipe pria seadanya : ada rumah mewah, ada mobil mewah, ada perhiasan, ada….
2. Tipe pria berkepribadian : punya rumah pribadi, sopir pribadi, mobil pribadi,…
3. Tipe pria yang sedang-sedang saja : sedang KAYA…
Itulah tipe-tipe pria yang diinginkan wanita zaman sekarang (bercanda he2…)

Meniru memang (bukan) kreativitas 16 Mei 2008

Posted by Sony in Yang serius-serius.
add a comment

Beberapa hari yang lalu saya chatting dengan seorang teman. Agak bercanda, saya menjawab salah satu perkataannya dengan kata-kata yang nyaris sama. Dia pun berkomentar kalau saya hanya ikut-ikutan. Saya menjawab dengan jawaban yang bunyinya kira-kira seperti ini, “menemukan ide untuk meniru juga merupakan kreativitas”. Saat itu saya cukup yakin bahwa menemukan ide untuk meniru memang kreativitas. Saya berpikir demikian karena untuk meniru seseorang butuh berpikir dan berusaha menemukan ide untuk meniru. Tidak semua orang menemukan ide untuk meniru, begitu yang ada di pikiran saya beberapa saat yang lalu. Saya pun berpikir kembali benarkah hal ini ? Mari kita kaji lebih dalam.

Kreativitas

Kreativitas mencakup tiga hal, yaitu (1) mengamati (2) meniru, dan (3) memodifikasi. Dari pernyataan ini kita dapati bahwa meniru hanya merupakan salah satu dari tiga unsur kreativitas. Mungkin memang unutk meniru kita harus mengamati suatu objek terlebih dahulu, tapi itu saja tidak cukup. Meniru kurang mengandung unsur memodifikasi untuk dikatakan sebagai kreativitas.

Seseorang dikatakan kreatif dalam suatu proses menghasilkan suatu produk. Seseorang yang melakukan proses berpikir kreatif sangat mungkin menghasilkan produk yang inovatif. Mungkinkah seseorang yang mengerjakan sesuatu dengan kreatif menghasilkan produk yang tidak inovatif ? Rasa-rasanya mungkin saja karena dalam proses modifikasi (salah satu aspek kreativitas) belum tentu seseorang menghasilkan produk yang berbeda dari yang sudah ada. Dengan demikian, belum pasti seseorang yang berpikir kreatif menghasilkan produk yang inovatif. Dengan menghasilkan suatu produk yang belum pernah ada sebelumnya barulah orang itu dikatakan menghasilkan sesuatu yang inovatif.

Lalu bagaimana dengan pendapat saya tadi bahwa meniru juga membutuhkan energi dan tidak semua orang dapat menemukan ide untuk meniru ? Menemukan ide unutk meniru merupakan kemampuan seseorang dalam menemukan suatu celah yang tidak dapat ditemukan oleh orang lain. Bukan berarti orang itu telah berpikir kreatif. Meniru hanya merupakan salah satu aspek dalam kreativitas. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa MENIRU MEMANG BUKAN KREATIVITAS.

(salam buat para plagiator…he2)

Sebuah Tulisan tentang Obligasi Syariah 15 Mei 2008

Posted by Sony in Yang serius-serius.
1 comment so far

Suatu organisasi tak diragukan lagi membutuhkan uang untuk kas dan anggarannya. Suatu saat organisasi pasti merasa ada kekurangan dalam pendanaan. Dalam situasi seperti ini ada suatu jalan yang biasa ditempuh oleh organisasi-organisasi, yaitu dengan menerbitkan surat berharga atau sekuritas. Secara garis besar, ada dua macam sekuritas, yaitu sekuritas utang dan sekuritas ekuitas. Sekuritas utang adalah sekuritas yang dikeluarkan organisasi tadi sebagai utang, sedangkan sekuritas ekuitas adalah sekuritas yang menunjukkan kepemilikan. Bentuk yang biasa dipakai perusahaan dalam menerbitkan sekuritas utang adalah obligasi. Obligasi adalah bentuk dari salah satu klasifikasi investasi sekuritas utang, yaitu sekuritas utang yang dimiliki hingga jatuh tempo (held to maturity). Obligasi disukai para pembelinya karena bisa memberikan keuntungan yang lebih besar dibanding dengan menyimpan uang di bank karena obligasi bisa memberikan bunga yang lebih besar dari bunga bank.

Dengan jelas uraian di atas menunjukkan bahwa obligasi tidak sesuai dengan prinsip Islam karena menggunakan bunga yang sudah difatwa haram oleh mayoritas ulama karena bunga merupakan riba. Hal ini menimbulkan masalah bagi investor yang memiliki jiwa keislaman yang kuat. Mereka sebenarnya ingin menginvestasikan dananya pada obligasi agar dana itu tidak mengendap. Diharamkannya obligasi membuat mereka tidak jadi menginvestasikan dana tesebut. Walaupun begitu, mereka masih memiliki keinginan untuk menginvestasikan dana pada obligasi.

Jalan keluar permasalahan di atas adalah obligasi syariah. Obligasi syariah yang diterbitkan oleh pemerintah biasa disebut Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk. SBSN menggunakan prinsip-prinsip Islam sebagai ganti sistem bunga yang diterapkan pada obligasi biasa. SBSN menurut akad yang digunakan dapat dibagi menjadi :

1. SBSN ijarah, yaitu SBSN yang diterbitkan berdasarkan akad ijarah (akad sewa menyewa atas suatu aset).

2. SBSN mudharabah,yaitu SBSN yang diterbitkan berdasarkan akad mudharabah (akad kerjasama dimana salah satu pihak menyediakan modal (rab al-maal) dan pihak lainnya menyediakan tenaga dan keahlian ( mudharib) dimana kelak keuntungannya akan dibagi berdasarkan persentase yang disepakati sebelumnya, apabila terjadi kerugian maka kerugian tersebut adalah menjadi beban dan tanggung jawab pemilik modal).

3. SBSN musyarakah,yaitu SBSN yang diterbitkan berdasarkan akad musyarakah (akad kerjasama dalam bentuk penggabungan modal).

4. SBSN istisna’, yaitu SBSN yang diterbitkan berdasarkan akad istisna’ (akad jual beli untuk pembiayaan suatu proyek dimana cara ,jangka waktu penyerahan barang dan harga barang ditentukan berdasarkan kesepakatan para pihak.

5. SBSN berdasarkan akad lainnya sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

6. SBSN yang diterbitkan berdasarkan kombinasi dari dua atau lebih jenis akad.

Selain pemerintah, ada pihak lain yang menerbitkan obligasi syariah, misalnya Bank Syariah Mandiri dengan produk “Obligasi BSM Syariah Mudharabah”.

Saat ini penerbitan obligasi syariah oleh perusahaan-perusahaan memang masih sangat langka atau belum ada. Selain mereka sudah terbiasa dengan sistem yang ada, pengetahuan masyarakat terhadap obligasi syariah masih sangat terbatas. Semoga dengan rencana diterbitkannya sukuk oleh pemerintah Indonesia para pengusaha terdorong untuk menerbitkan obligasi syariah sebagai salah satu opsi pembiayaan perusahaan mereka.

TUKANG PARKIR BIKIN PUSINK 9 Mei 2008

Posted by Sony in Yang serius-serius.
8 comments

Zaman sekarang ini memang ada-ada aja. Tukang parkir yang kelihatannya biasa aja bisa jadi sumber esmosi. Bagaimana bisa ?? Nah, gini, tukang parkir (manusia-manusia berbaju oren) itu kan biasanya “ngabani” kendaraan yang mau keluar dari parkiran. Mereka biasanya sering seenak pusarnya sendiri. Tanpa tedheng aling2 mereka enjoy aja (mungkin abis ngrokok lampu L.A) ngabani (ngabani ki bahasa indonesiane apa ta ?!!) mobil (biasanya) yang keluar dari parkiran menuju jalan raya nan ramai aduhai manis sekali. Mereka kok seakan-akan kagak nggate’in ada motor, mobil, pit lalu lalang di jalan raya that. Mbok ya nek mau ngabani (apa ta iki ?!!!) tu liat-liat kalo rame ya jangan nengah-nengah, iya kalo yang mengendarai sepeda motor adalah orang dengan response 99, punya bintang di reaction, positioning, dan df positioning, kalo kagak kan bisa DHUT.

Saya pernah pengin nabrak salah satu tukang parkir itu. Tapi setelah dipikir-pikir lagi kok terlalu merugikan ya. Akhirnya keinginan saya takubah jadi “pengin liat salah satu tukang parkir itu ketabrak motor lain” kenapa ?

1. Kalo motor saya eman2, bisa panjang nanti urusannya, SIM, STNK, sidang, urusan sama temennya bapaknya  Firman, dll

2. Kalo ketabrak mobil kasian, yang jadi tukang parkir kan biasanya orang susah, mereka nukang parkir juga untuk makani anak bojo, lha kalo ketabrak mobil trus mati kan kasian family-nya yang sudah menanti dengan hati penuh harap di rumah masing2

3. Biar tukang parkir yang lain tu tau kalo dengan berbuat tanpa tedheng aling2 seperti yang biasanya mereka lakukan itu BERBAHAYA untuk dilakukan karena bisa menyebabkan macem2, dari yang physically kaya lecet2, tulang putus ; yang rohani, yaitu rohnya pergi ke alam lain ; sampe yang sederhana kayak BAJI*** atau AN****

OK, buat yang ngerasa tukang parkir ato punya sahabat tukang parkir, mbok ya dikasih tahu, trus disuruh jangan nengah-nengah kalo pas ngabani (apa ya bahasa Indonesiane ?!!!!) mobil, dkk nanti ndak ketabrak montor. Kan ATIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIT….

MOHON DATANG HARI INI JAM…. 9 Mei 2008

Posted by Sony in Sehari-hari.
3 comments

Kadang – kadang saya dapet sms yang isinya undangan untuk menghadiri acara yang diadakan hari itu juga. Ini cukup mengesalkan. Mengapa ? karena acara itu tidak ada dalam agenda saya. Misalnya, saya pernah dapat undangan untuk mabit jam 19.30 hari ini di xxx. Ini mengesalkan karena bertabrakan dengan ekspektasi saya. Dalam agenda saya harusnya malam itu saya ngaso bersantai-santai dengan bermain game atau nonton film atau ngapainlah, bukannya mabit. Parahnya lagi, saya gak ada alasan syar’i untuk tidak menghadiri acara itu. Mending kalo acaranya makan-makan di restoran mahal. Kalo undangannya mabit seperti ini, yang terbayang di benak saya adalah masalah dan masalah yang menunggu untuk dipecahkan. Ini yang membuat clash di UTEK SAYA. Kontradiktif banget kan, ngaso bersantai-santai dan memecahkan masalah. Kalau smsnya kemaren atau malah kemarennya lagi masih mendingan, jadi dah ada ekspektasi untuk datang pada hari sebelumnya. Padahal jamnya juga dah enak jam 19.30 bukan jam 07.30, eh, malah undangan untuk hari ini. Buat yang rumahnya deket memang OK aja ada acara kayak gini, lha saya rumahnya jauh je. Sekitar 20 menit naek motor. Nanggung lagi. Kalo pulang dulu di rumah Cuma sebentar. Kalo gak pulang dulu mau ngapain…

AAAAAAAAAAARRRRRRRRRRGGGGGHHHHHHHH !!!!!!!!!!

**penxpower screams loudly in frustration**