jump to navigation

Peranan Kita Sebagai Mahasiswa dalam Pengembangan Ekonomi Berbasis Syari’ah 26 April 2008

Posted by Sony in Sehari-hari.
trackback

Kaum mahasiswa adalah kaum yang dipandang oleh masyarakat sebagai kaum intelektual dengan daya pikir yang tinggi. Sudah tertanam di benak hampir tiap orang bahwa yang disebut sebagai mahaiswa adalah seseorang yang dapat dengan kritis menilai apa yang terjadi di masyarakat dan bafaimana menindaklanjuti hal tersebut. Kaum mahasiswa juga diharapkan menjadi oposan terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang dinilai tidak adil atau kurang cocok untuk diterapkan di masyarakat.

Seorang mahasiswa sebagai orang yang dianggap spesial haruslah mempunyai tujuan-tujuan yang mulia dalam hari-hari yang dia lalui. Salah satunya adalah mengubah sikap masyarakat yang cenderung membenarkan kebiasaan (yang belum tentu benar) menjadi membiasakan kebenaran. Untuk dapat melakukan hal ini seorang mahasiswa haruslah mempunyai prinsip yang kuat yang dilandasi logika berpikir yang baik dan melandaskan logika berpikir itu pada hal yang benar.

Berbicara hal yang benar tentulah kita tak lepas dari kenyataan bahwa Allah swt. adalah dzat yang mahabenar. Maka dari itu, apapun yang datang dari Alalh swt. pastilah benar dan tak dapat diragukan lagi keabsahannya. Dalam hal ini kita membicarakan kebenaran dari Allah swt. dari sudut pandang mahasiswa ekonomi, sehingga kita harus mencari kaitan antara kebenaran dari Allah swt. dengan ekonomi. Tentu sudah jelas apa kaitannya. Allah swt. sudah menetapkan sistem ekonomi yang benar untuk diterapakan oleh manusia. Mahasiswa ekonomi sebagai pihak yang mempelajari ekonomi, pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari serta diaharapkan dapat menjalankan roda perekonomian dengan baik haruslah mengerti benar akan hal ini. Meskipun begitu, jika pikir kembali dengan logis, mungkin akan terbesit di pikiran kita bagaimana mungkin mahasiswa bisa mengarahkan sistem ekonomi yang kita anut menjadi system ekonomi yang benar, sedangkan mahasiswa dalam hubungannya dengan pemerintah tak punya hak untuk mengubah ketetapan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Untungnya, ada pihak yang tekah berpikir mendalam tentang hal ini dan merealisasikannya sedikit demi sedikit. Pada tahun 1990-an awal sudah berdiri bank yang berlandaskan ketetapan dari Allah swt. Bank semacam ini biasa disebut bank syari’ah dan sistem ekonominya disebut system ekonomi syari’ah.

Dalam beberapa tahun ini, ekonomi syari’ah sudah berkembang pesat dengan adanya beberapa bank umum syari’ah dan banyaknya unit usaha syari’ah dari bank-bank konvensional. Di masa ekonomi syari’ah sudah berkembang pesat ini, bagaimana kita sebagai mahasiswa dapat berkontibusi terhadap masyarakat ? Tentu saja walaupun ekonomi syari’ah sudah berkembang pesat, tetap saja belum dilaksanakan dengan 100 %. Kita dapat melakukan beberapa hal, di antaranya, mengubah pandangan masyarakat dari pandangan yang menyatakan system ekonomi konvensional lebih baik daripada sistem ekonomi syari’ah. Kita mempunyai banyak kesempatan untuk melakukannya. Dari seminar-seminar sampai membuat badan usaha sendiri yang berlandaskan prinsip syari’ah. Dengan melakukan hal-hal ini, pandanagan masyarakat terhadap ekonomi syari’ah dapat berubah menjadi lebih baik dan ekonomi syari’ah terus berkembang dengan kontribusi kita. Selain itu, .kita juga dapat mendesak pemerintah untuk mengembangkan kebijalan ekonomi yang berlandaskan prinsip-prinsip syari’ah. Di sektor-sektor seperti inilah mahasiswa dapat berperan.

Dengan merealisasikan hal-hal ini, ekonomi syari’ah dan kita sendiri dapat berkembang dengan pesat meninggalkan keburukan menuju kebaikan. Akan tetapi, tak lupa kita juga tak boleh melupakan tugas utama kita sebagai mahasiswa yaitu berstudi di samping berperan aktif kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: