jump to navigation

Cara ACER Merajai Pasar Laptop 30 April 2008

Posted by Sony in Yang serius-serius.
6 comments

Acer merupakan produsen laptop yang merajai pasar selama 3 tahun berturut-turut dari 2005 sampai 2007. Di balik kesuksesannya tentulah ACER mempunyai strategi bisnis tertentu.

Acer melakukan upaya pemasaran dengan intensif. Di antaranya, promo-promo seperti “Tabrak Rejeki” dan “Gila-Gilaan” digelar pada tahun 2006. Acer memberikan hadiah uang tunai 10 juta dan grand prize Toyota Camry untuk setiap pembelian produk Acer. Selain itu, mereka juga bekerja sama dengan Allianz untuk program asuransi yang bernama All Risk Protection Program. (lebih…)

Ahmad Sumiyanto, Perintis pembiayaan syariah 30 April 2008

Posted by Sony in Yang serius-serius.
4 comments

Ahmad Sumiyanto, Pendiri BMT Al-Ikhlas

BMT adalah pilihan yang populer untuk pembiayaan usaha kecil dan menengah. Selain persyaratannya yang mudah, sasaran BMT memang usaha menengah ke bawah. Salah satu BMT yang sangat terkenal adalah BMT Al-Ikhlas. BMT Al-Ikhlas adalah BMT pertama di Indonesia. BMT inilah yang pertama kali memberikan solusi pembiayaan syariah bagi pihak-pihak yang menyadari bahwa bunga adalah riba.

Jika kita berbicara tentang BMT Al-Ikhlas, tentu kita tak bisa lepas dari tokoh di balik berdiri dan suksesnya. BMT Al-Ikhlas didirikan oleh seorang lulusan program D3 Ekonomi UGM bernama Ahmad Sumiyanto. Sosok yang lebih akrab disapa Pak Anto ini mendirikan BMT Al-Ikhlas pada tahun 1995. BMT ini berdiri hanya dengan modal 500.000 rupiah yang merupakan pinjaman, bukan dana miliknya sendiri. Dia memulai usaha ini di sebuah garasi mobil milik temannya di Pogung Baru. Strateginya adalah penyebaran brosur-brosur yang utamanya ditujukan untuk aktivis-aktivis dakwah yang menyadari haramnya bunga. Strategi ini berhasil dan BMT Al-Ikhlas berhasil mendapatkan 15 juta rupiah pada bulan pertamanya beroperasi. Usahanya pun berkembang hingga berhasil memiliki aset sebesar 350 juta pada tahun 2000.

Pada saat itu dia mencoba usaha lain, yaitu ekspor kaligrafi ke Turki dan Belanda. Sayangnya, usahanya kali ini menemui kegagalan. Suhu Turki dan Belanda yang berbeda membuat produk-produk kaligrafi itu rusak. Beliau mengalami kerugian sebesar kurang lebih 200 juta rupiah. Beliau yang pada saat itu telah dikaruniai 2 orang anak ini sempat merasa sangat depresi sampai terpikir di benaknya kalau dalam agama Islam bunuh diri diperbolehkan, ia akan bunuh diri. Akan tetapi, dia percaya malam tidak malam terus, pasti ada siang, dan siang tidak siang terus, pasti ada malam.

Kemudian beliau memfokuskan diri pada membangun kembali BMT Al-Ikhlas bersama beberapa orang yang bertahan setelah kejatuhan bisnis kaligrafi tadi. Dengan usaha kerasnya dan rekan –rekannya yang rela rapat hingga jam 3 pagi, akhirnya BMT Al-Ikhlas kembali menjadi badan usaha yang besar, bahkan lebih besar dari sebelumnya. Selain di Yogyakarta (kantor pusat BMT Al-Ikhlas), BMT Al-Ikhlas juga membuka cabang di beberapa kota lain seperti Klaten.

Itulah cerita Bapak Ahmad Sumiyanto membangun BMT Al-Ikhlas dari garasi mobil di Pogung Baru hingga memiliki cabang di beberapa kota. Mungkin banyak orang yang penasaran tentang latar belakang tokoh yang sangat sukses ini. Sebenarnya dia berasal dari keluarga yang sederhana dari suatu daerah bernama Brosot di Kecamatan Galur, Kulonprogo. dia adalah bungsu dari 5 bersaudara. Ayahnya seorang petani. Namun, dia adalah seorang anak yang cerdas. Dia senantiasa menjadi juara kelas sejak SD. Setelah lulus dari SMA 1 Wates dia melanjutkan ke perguruan tinggi pada tahun 1989. Sebenarnya dia diterima di UNY yang pada waktu itu masih bernama IKIP, tetapi dia memilih untuk melanjutkan studinya di D3 Ekonomi UGM. “Biar cepat kerja,” katanya. Saat kuliah itulah dia belajar menjadi pemimpin dan mendapat pendewasaan personal dengan bergabung dalam Jamaah Salahudin (JS). Di JS dia biasa mendapat masalah dan tekanan dari sana-sini sehingga mentalnya terbentuk menjadi mental yang kuat. Di JS pula kualitas keimanannya ditempa. Dia lulus kuliah tahun 1993. Dia memilih mendirikan BMT Al-Ikhlas bersama dua orang temannya yang lulusan SMEA pada tahun 1995. Alasannya memilih mendirikan BMT adalah pikiran bahwa uang muncul karena gagasan. Alasan lainnya memilih BMT, bukan usaha yang lain, adalah latar belakangnya yang aktivis dakwah dan adanya kesempatan memberi solusi untuk masyarakat. Kemudian dia menempuh S2 jurusan ekonomi Islam di UII. Sebenarnya ia ingin meneruskan S3 di Kuala Lumpur. Namun, amanah dakwah membuatnya memilih tinggal di Yogyakarta menjadi ketua DPW Yogyakarta PKS. Selain itu, jabatan ketua perhimpunan BMT indonesia juga diembannya.

Itulah latar belakang dan kisah Ahmad Sumiyanto dalam membangun BMT Al-Ikhlas. Semoga kita terinspirasi dari kisah ini, sehingga kita dapat menjadi orang yang sukses seperti beliau.

“Bersama kesulitan ada kemudahan”

Peranan Kita Sebagai Mahasiswa dalam Pengembangan Ekonomi Berbasis Syari’ah 26 April 2008

Posted by Sony in Sehari-hari.
add a comment

Kaum mahasiswa adalah kaum yang dipandang oleh masyarakat sebagai kaum intelektual dengan daya pikir yang tinggi. Sudah tertanam di benak hampir tiap orang bahwa yang disebut sebagai mahaiswa adalah seseorang yang dapat dengan kritis menilai apa yang terjadi di masyarakat dan bafaimana menindaklanjuti hal tersebut. Kaum mahasiswa juga diharapkan menjadi oposan terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang dinilai tidak adil atau kurang cocok untuk diterapkan di masyarakat.

Seorang mahasiswa sebagai orang yang dianggap spesial haruslah mempunyai tujuan-tujuan yang mulia dalam hari-hari yang dia lalui. Salah satunya adalah mengubah sikap masyarakat yang cenderung membenarkan kebiasaan (yang belum tentu benar) menjadi membiasakan kebenaran. Untuk dapat melakukan hal ini seorang mahasiswa haruslah mempunyai prinsip yang kuat yang dilandasi logika berpikir yang baik dan melandaskan logika berpikir itu pada hal yang benar.

Berbicara hal yang benar tentulah kita tak lepas dari kenyataan bahwa Allah swt. adalah dzat yang mahabenar. Maka dari itu, apapun yang datang dari Alalh swt. pastilah benar dan tak dapat diragukan lagi keabsahannya. Dalam hal ini kita membicarakan kebenaran dari Allah swt. dari sudut pandang mahasiswa ekonomi, sehingga kita harus mencari kaitan antara kebenaran dari Allah swt. dengan ekonomi. Tentu sudah jelas apa kaitannya. Allah swt. sudah menetapkan sistem ekonomi yang benar untuk diterapakan oleh manusia. Mahasiswa ekonomi sebagai pihak yang mempelajari ekonomi, pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari serta diaharapkan dapat menjalankan roda perekonomian dengan baik haruslah mengerti benar akan hal ini. Meskipun begitu, jika pikir kembali dengan logis, mungkin akan terbesit di pikiran kita bagaimana mungkin mahasiswa bisa mengarahkan sistem ekonomi yang kita anut menjadi system ekonomi yang benar, sedangkan mahasiswa dalam hubungannya dengan pemerintah tak punya hak untuk mengubah ketetapan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Untungnya, ada pihak yang tekah berpikir mendalam tentang hal ini dan merealisasikannya sedikit demi sedikit. Pada tahun 1990-an awal sudah berdiri bank yang berlandaskan ketetapan dari Allah swt. Bank semacam ini biasa disebut bank syari’ah dan sistem ekonominya disebut system ekonomi syari’ah.

Dalam beberapa tahun ini, ekonomi syari’ah sudah berkembang pesat dengan adanya beberapa bank umum syari’ah dan banyaknya unit usaha syari’ah dari bank-bank konvensional. Di masa ekonomi syari’ah sudah berkembang pesat ini, bagaimana kita sebagai mahasiswa dapat berkontibusi terhadap masyarakat ? Tentu saja walaupun ekonomi syari’ah sudah berkembang pesat, tetap saja belum dilaksanakan dengan 100 %. Kita dapat melakukan beberapa hal, di antaranya, mengubah pandangan masyarakat dari pandangan yang menyatakan system ekonomi konvensional lebih baik daripada sistem ekonomi syari’ah. Kita mempunyai banyak kesempatan untuk melakukannya. Dari seminar-seminar sampai membuat badan usaha sendiri yang berlandaskan prinsip syari’ah. Dengan melakukan hal-hal ini, pandanagan masyarakat terhadap ekonomi syari’ah dapat berubah menjadi lebih baik dan ekonomi syari’ah terus berkembang dengan kontribusi kita. Selain itu, .kita juga dapat mendesak pemerintah untuk mengembangkan kebijalan ekonomi yang berlandaskan prinsip-prinsip syari’ah. Di sektor-sektor seperti inilah mahasiswa dapat berperan.

Dengan merealisasikan hal-hal ini, ekonomi syari’ah dan kita sendiri dapat berkembang dengan pesat meninggalkan keburukan menuju kebaikan. Akan tetapi, tak lupa kita juga tak boleh melupakan tugas utama kita sebagai mahasiswa yaitu berstudi di samping berperan aktif kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Ahmad Sumiyanto, Perintis pembiayaan syariah 26 April 2008

Posted by Sony in Sehari-hari.
add a comment

BMT adalah pilihan yang populer untuk pembiayaan usaha kecil dan menengah. Selain persyaratannya yang mudah, sasaran BMT memang usaha menengah ke bawah. Salah satu BMT yang sangat terkenal adalah BMT Al-Ikhlas. BMT Al-Ikhlas adalah BMT pertama di Indonesia. BMT inilah yang pertama kali memberikan solusi pembiayaan syariah bagi pihak-pihak yang menyadari bahwa bunga adalah riba.

Jika kita berbicara tentang BMT Al-Ikhlas, tentu kita tak bisa lepas dari tokoh di balik berdiri dan suksesnya. BMT Al-Ikhlas didirikan oleh seorang lulusan program D3 Ekonomi UGM bernama Ahmad Sumiyanto. Sosok yang lebih akrab disapa Pak Anto ini mendirikan BMT Al-Ikhlas pada tahun 1995. BMT ini berdiri hanya dengan modal 500.000 rupiah yang merupakan pinjaman, bukan dana miliknya sendiri. Dia memulai usaha ini di sebuah garasi mobil milik temannya di Pogung Baru. Strateginya adalah penyebaran brosur-brosur yang utamanya ditujukan untuk aktivis-aktivis dakwah yang menyadari haramnya bunga. Strategi ini berhasil dan BMT Al-Ikhlas berhasil mendapatkan 15 juta rupiah pada bulan pertamanya beroperasi. Usahanya pun berkembang hingga berhasil memiliki aset sebesar 350 juta pada tahun 2000.

Pada saat itu dia mencoba usaha lain, yaitu ekspor kaligrafi ke Turki dan Belanda. Sayangnya, usahanya kali ini menemui kegagalan. Suhu Turki dan Belanda yang berbeda membuat produk-produk kaligrafi itu rusak. Beliau mengalami kerugian sebesar kurang lebih 200 juta rupiah. Beliau yang pada saat itu telah dikaruniai 2 orang anak ini sempat merasa sangat depresi sampai terpikir di benaknya kalau dalam agama Islam bunuh diri diperbolehkan, ia akan bunuh diri. Akan tetapi, dia percaya malam tidak malam terus, pasti ada siang, dan siang tidak siang terus, pasti ada malam.

Kemudian beliau memfokuskan diri pada membangun kembali BMT Al-Ikhlas bersama beberapa orang yang bertahan setelah kejatuhan bisnis kaligrafi tadi. Dengan usaha kerasnya dan rekan –rekannya yang rela rapat hingga jam 3 pagi, akhirnya BMT Al-Ikhlas kembali menjadi badan usaha yang besar, bahkan lebih besar dari sebelumnya. Selain di Yogyakarta (kantor pusat BMT Al-Ikhlas), BMT Al-Ikhlas juga membuka cabang di beberapa kota lain seperti Klaten.

Itulah cerita Bapak Ahmad Sumiyanto membangun BMT Al-Ikhlas dari garasi mobil di Pogung Baru hingga memiliki cabang di beberapa kota. Mungkin banyak orang yang penasaran tentang latar belakang tokoh yang sangat sukses ini. Sebenarnya dia berasal dari keluarga yang sederhana dari suatu daerah bernama Brosot di Kecamatan Galur, Kulonprogo. dia adalah bungsu dari 5 bersaudara. Ayahnya seorang petani. Namun, dia adalah seorang anak yang cerdas. Dia senantiasa menjadi juara kelas sejak SD. Setelah lulus dari SMA 1 Wates dia melanjutkan ke perguruan tinggi pada tahun 1989. Sebenarnya dia diterima di UNY yang pada waktu itu masih bernama IKIP, tetapi dia memilih untuk melanjutkan studinya di D3 Ekonomi UGM. “Biar cepat kerja,” katanya. Saat kuliah itulah dia belajar menjadi pemimpin dan mendapat pendewasaan personal dengan bergabung dalam Jamaah Salahudin (JS). Di JS dia biasa mendapat masalah dan tekanan dari sana-sini sehingga mentalnya terbentuk menjadi mental yang kuat. Di JS pula kualitas keimanannya ditempa. Dia lulus kuliah tahun 1993. Dia memilih mendirikan BMT Al-Ikhlas bersama dua orang temannya yang lulusan SMEA pada tahun 1995. Alasannya memilih mendirikan BMT adalah pikiran bahwa uang muncul karena gagasan. Alasan lainnya memilih BMT, bukan usaha yang lain, adalah latar belakangnya yang aktivis dakwah dan adanya kesempatan memberi solusi untuk masyarakat. Kemudian dia menempuh S2 jurusan ekonomi Islam di UII. Sebenarnya ia ingin meneruskan S3 di Kuala Lumpur. Namun, amanah dakwah membuatnya memilih tinggal di Yogyakarta menjadi ketua DPW Yogyakarta PKS. Selain itu, jabatan ketua perhimpunan BMT indonesia juga diembannya.

Itulah latar belakang dan kisah Ahmad Sumiyanto dalam membangun BMT Al-Ikhlas. Semoga kita terinspirasi dari kisah ini, sehingga kita dapat menjadi orang yang sukses seperti beliau.

“Bersama kesulitan ada kemudahan”

Alhamdulillah, akhirnya punya Blog juga 26 April 2008

Posted by Sony in Sehari-hari.
add a comment

akhirnya, setelah lama saya memendam rasa di dada, blog milik saya pun tercipta…

yuk, mari…